Untuk Menjadi Penerjemah Bahasa Apakah Harus Kuliah?

Tidak mesti kuliah andai ada cita-cita hendak menjadi seorang penerjemah bahasa. Hanya saja kuliah bakal sangat-sangat menolong kita dalam proses pekerjaan translate dokumen . Jika ada peluang untuk kuliah, lebih baik kuliah.

Siapa Saja Bisa Menjadi Penerjemah Bahasa
Arti penerjemah bahasa ialah orang yang mengolah atau mengirim bahasa asing ke dalam bahasa lokal yang gampang dimengerti. Contoh bahasa asing itu ialah bahasa Inggris, lalu hendak diterjemahkan ke dalam bahasa Indonesia. Selama seseorang tersebut paham bahasa Inggris dan bahasa Indonesia, secara tidak langsung bakal memiliki keterampilan terjemahan dan sudah dapat disebut sebagai penerjemah bahasa. Jadi tidak mesti kuliah atau melanjutkan ke perguruan tinggi bila hendak menjadi penerjemah bahasa Inggris.

Bahasa asing tersebut tidak melulu bahasa Inggris saja. Masih tidak sedikit bahasa asing lainnya di dunia, laksana bahasa Jepang, Mandarin, Jerman, Arab, Prancis, dsb. Selama menguasai di antara bahasa asing itu, maka orang tersebut sudah dapat melakukan pekerjaan terjemahan ke dalam bahasa Indonesia. Siapa saja dapat jadi penerjemah asalkan menguasai dua bahasa yang berbeda. Itulah kriteria utama bila hendak menjadi seorang penerjemah bahasa.

Jurusan Kuliah Bagi Menjadi Penerjemah Bahasa (Translator)
Pada dasarnya bila hendak menjadi penerjemah bahasa kuliah jurusan kuliah yang terbaik dipilih itu ialah jurusan bahasa. Tentu jurusan bahasa yang dipungut tergantung hendak menjadi seorang penerjemah bahasa apa. Jika hendak menjadi penerjemah bahasa Jepang dan Indonesia, maka carilah kampus yang membuka jurusan bahasa Jepang. Begitu pun dengan pasangan bahasa lainnya.

Dengan memungut jurusan bahasa, seorang penerjemah tersebut akan memiliki keterampilan dasar ilmu bahasa (linguistik). Teori linguistik sendiri dapat dikatakan ilmu dasar dalam profesi penerjemah bahasa. Dengan ilmu linguistik maka penerjemah tersebut akan paling terbantu saat pekerjaan terjemahan. Contohnya saat mengerjakan proses pembentukan kata asing yang baru ke dalam bahasa Indonesia.

Kuliah tersebut HARUS cocok minat semua calon mahasiswa supaya bisa lulus kuliah. Sedangkan profesi penerjemah bahasa tersebut akan berkutat tidak sedikit bidang keilmuan. Walau telah paham ilmu bahasa dan lulus kuliah di jurusan bahasa atau sastra, terkadang mesti mengetahui disiplin ilmu yang sedang diterjemahkan.

Seperti ketika menerjemah pelajaran bidang hukum atau legal. Walau telah paham ilmu bahasa, inginkan tidak mau bakal ada tidak sedikit sekali istilah-istilah disiplin ilmu hukum yang mesti diketahui ketika penerjemahan. Tidak melulu disiplin ilmu hukum saja, begitu pun dengan disiplin ilmu lainnya. Semakin spesifik pelajaran yang diterjemahkan, bakal semakin spesifik pula istilah yang digunakan dalam keilmuan tersebut. Menariknya, andai seseorang tersebut paham betul ilmu dan istilah bidang yang sedang diterjemahkan, maka ilmu yang dipunyai itu bakal sangat menolong dalam pekerjaan terjemahan.

Menjadi Penerjemah Tidak Harus Kuliah Di Jurusan Bahasa
Ada tidak sedikit para penerjemah profesional yang tidak mempunyai latar belakang kuliah di jurusan berhubungan ilmu bahasa. Para penerjemah bahasa profesional ini mempunyai latar belakang keilmuan yang berbeda-beda. Ada yang mempunyai latar belakang sarjana hukum, maka akan paling mahir sekali dalam bidang terjemahan teks hukum. Ada yang mempunyai latar belakang sarjana teknik. Saat menerjemahkan bidang teknik, ilmu kiat yang dipunyai akan paling membantu mengetahui konteks dan ucapan-ucapan dalam istilah teknik. Ada pun seorang dokter umum yang akan paling mahir ketika menerjemahkan teks kedokteran.

Leave a Comment

Your email address will not be published. Required fields are marked *